Senin, 16 Mei 2016



Sistem Just In Time
MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas makalah manajemen operasi dan produksi syariah
Yang dibimbing oleh: Sukma Umbara Tirta Firdaus, S.PD.I, M.M



 







Disusun Oleh:
Maklub                        18201302020231
Sarrofatul jannah         18201302020353
Hasunah                      18201302020150
Danang                        18201302020060

SEKOLAH TUNGGI AGAMA ISLAM NEGERI PAMEKASAN
JURUSAN SYARI’AH
PROGRAM STUDI PERBANKAN SYAR’AH
TAHUN 2015

KATA PENGANTAR
Assalamua’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allas SWT. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada Ilahi Rabbi yang telah memberikan hidayah serta inayahnya kepada kita sehingga kita dapat menulis makalah  “Manajemen operasi dan produksi syariah” dengan materi “Syistem Just in time”. Dan juga, hal ini tidak lepas dari dosen pengampuh yang membimbing kami dalam penyusunan makalah ini.
Penyusunan makalah ini saya lakukan atas inspirasi dosen pengampuh yang sangat jenius dalam mendongkrak semangat para mahasiswanya dan memotifasi imajinasi mereka. Dan juga merupakan pelengkap nilai mata kuliah “Sejarah Peradaban Islam”.
Manusia adalah makhluk yang tidak lepas dari kodrat-Nya. Maka kami yakin penyusunan ini tidaklah sempurna, pasti terdapat kesalahan, baik dari isi maupun dalam penyusunan bahasa di dalamnya kami minta maaf jika makalah ini terdapat banyak kesalahan, kritik dan saran merupakan cahaya dan angin segar dalam mendalami ilmu tuhan yang tidak dapat dituliskan oleh tinta-tinta walau berpuluh-puluh lautan tinta dan juga menjadi tangga kesuksesan di masa depan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pamekasan, 11 September  2015


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...........................................................................         i
Daftar isi .................................................................................................        ii
BAB I PENDAHULUAN
a.       Latar belakang ............................................................................        1
b.      Rumusan masalah .......................................................................        1
c.       Tujuan penulisan .........................................................................        1
BAB II  PEMBAHASAN
a.       Sejarah munculnya sistem just in time ........................................        2
b.      Pengertian sistem just in time .....................................................        2
c.       Prinsip dasar sistem just inn time (JIT)........................................        3
d.      Keuntungan dan kelemahan sistem just in time ..........................        4
e.       Perbedaan sistem just in time dengan Material Requirement Planing (MRP)                        4
BAB III PENUTUP
a.       Kesimpulan .................................................................................        6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................        7



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Sistem pemanufak turantradisional mengatur skedulproduksinya berdasarkan pada peramalan kebutuhan di masa yangakan datang.Padahal tidak seorangpun yang dapat memprediksi masa yang akan dating dengan pastiwalaupun dia memiliki pemahaman yang sempurna tentang masa laludanmemiliki insting yang tajam terhadap kecendrungan yangterjadi di pasar Produksi berdasarkan prediksi terhadapmasa yang akan datang dalam sistem tradisonal memilikiresiko kerugian yang lebih besar karena over produksi daripada produksi berdasarkan permintaan yang sesungguhnya.Oleh karena itu munculahide
Just InTime yang memproduksi apabila ada permintaan. Suatu proses produksi hanya akanmemproduksi apabila diisyaratkan oleh proses berikutnya. Sebagai akibatnya pemborosoan  dapat dihilangkan dalam skala besar, yaitu berupa perbaikan kualitas dan biaya produksiyanglebih rendah. Kedua haltersebut menjadikan perusahaanlebih kooperatif. Tujuan utama Just InTimeadalah untuk meningkatkan laba dan posisi persaingan perusahaan yangdicapai melalui usaha pengendalian biaya, peningkatan kualitas, serta perbaikan kinerja pengiriman
B.     Rumusan masalah
a.       Bagaimana sejarah munculnya sistem just in time ( JIT)
b.      Bagaimana pengertiannya sistem just in time
c.       Bagaimana prinsip dasar dari sistem just in time (JIT
d.      Bagaimana perbedaan antara sistem just in time dengan  Material Requirement Planing (MRP) 
C.     Tujuan
a.       Untuk mengetahui sejarah munculnya sistem just in time
b.      Untuk mengetahui definisi dari sistem just in time
c.       Untuk mengetahuai  prinsip dasar dari sistem just in time (JIT
d.      Untuk mengetahui perbedaan sistem just in time dengan sistem tradisional
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sejarah just in time (JIT)
JIT merupakan sistem produksi yang dikembangkan oleh ahli-ahli produksi jepang, berupa metode-metode baru dalam aktivitas manajemen material dan pengendaliannya.suatu filosofi yang tujuannya dalah mengelimenasi segala sumber-sumber yang tidak produktif seperti persediaan yang tidak perlu dan skrap dalam proses produksi.
Timbulnya JIT dilandasi oleh karakteristik dari alam jepang dan budayaa masyarakatnya. Sedikitnya sumberdaya alam dan banyaknya penduduk, dibandingkan dengan lahan tanah yang ada menyebabkan mereka cendrung menghindari hal-hal yag tidak produktif sebanyak mungkin dalam setiap aspek kehidupannya.[1]
B.     Pengertian sistem persedian just in time (JIT)
Sistem persedian just in time adalah suatu sistem yang mengatur agar barang-barang produksi masuk dalam persediaan pada saat dibutuhkan ketimbang menyimpan sebagai cadangan (stok).[2]
Adapun menurut ilmuan lainnya Just In Time (JIT) adalah suatu sistem produksi yang dirancang untuk mendapatkan kualitas, menekan biaya, dan mencapai waktu penyerahan seefisien mungkin dengan menghapus seluruh jenis pemborosan yang terdapat dalam proses produksi sehingga perusahaan mampu menyerahkan produknya (baik barang maupun jasa) sesuai kehendak konsumen tepat waktu.[3]
Sistem ini dirintis oleh Toyota Motor Corporation dan dikenal juga dengan Sistem Produksi Toyota, yang kemudian dikenal juga dengan istilah Sistem Produksi Ramping (Lean Production System) dan sistem kanban.[4]
C.    Prinsip dasar just in time ( JIT ).
Konsep dasar sistem produksi just in time ( JIT ) adalah memproduksi item-item yang dibutuhkan “pada saat yang tepat dan dengan jumalah yang cermat”. [5]
Untuk keberhasilan penerapan sistem just in time ( JIT), maka diperlukan penekanan aspek-aspek pokok sebagai berikut :
1.      Produksi Just In Time (JIT), adalah memproduksi apa yang dibutuhkan hanya pada saat dibutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan.
2.      Bermitra. Perusahaan mengembangkan hubugan yang  baik dengan pihak-pihak yang berkepentingan para kerja, pelanggan, pemasok, manajemen, dan pemegang saham.
3.      Adanya kometmen dari manajemen puncak untuk selalu meningkatkan mutu yang lebih tinggi, sehingga prodak rusak dan cacat sedaapat mungkin menjadi atau mendekati nol.
4.      Menekankann pada penyederhanaan aktivitas dan menggunakan sumberdaya yang tepat untuk sebuah proses dan kegiatan.
5.      Perbaikan terus menerus terhadap peningkatan efisienso prodak.
6.      Menghilangkan atau mengurangi pemborosan pada proses produksi.[6]
D.    Keuntungan dan kelemahan sistem JIT
Ø  Keuntungan sistem just in time
Tujuan just in time ( JIT ) adalah meningkatkan keuntungan dengan mereduksi biaya dan meningkatkan kualitas. Manfaat yang paling jelas dari penggunaan JIT adalah pengurangan dalam persediaan WIP. Disamping mereduksi investasi persediaan, maka biaya-biaya fasilitas, peralatan, dan tenaga kerja yang lebih rendah akan dapat di capai.[7]
Ø  Kelemahan sistem just in time
·         satu kelemahan sistem JIT adalah, tingkatan order ditentukan oleh data permintaan historis. Jika permintaan naik melebihi dari rata-rata perencanaan historis maka inventori akan habis dan akan mempengaruhi tingkat pelayanan konsumen[8]
E.     Perbedaan Sistem JIT dengan Material Requirement Planing (MRP)
JIT dan MRP mempunyai tujuan-tujuan yang serupa yaitu mereduksi investasi persediaan dan meningkatkan produktivitas dan pelayanan kepada konsumen. Sekalipun begitu, keduanya berbeda secara nyata.
1.      Sistem MRP didesain untukn membentuk perencanaan material yang realistik untuk pembatasan dan keterbatasan yang diberikan dalam suatu pabrik, sedangkan JIT berusaha keras untuk meningkatkan yang konstan, tidak menerima segala keterbatasan yang diberikan.
2.      MRP menggunakan sistem pemrosesan komputer yang cangging dan menciptakan jumlah kertas kerja yang banyak. Sedangkan JIT menggunakan kontrol visual dan sederhana untuk di implementasikan.
3.      MRP memperbolehkan sering berubah-ubahnya JIP, sedangkan JIT menggunakan jadwal yang merata.[9]
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
 JIT merupakan sistem produksi yang dikembangkan oleh ahli-ahli produksi jepang, berupa metode-metode baru dalam aktivitas manajemen material dan pengendaliannya.suatu filosofi yang tujuannya dalah mengelimenasi segala sumber-sumber yang tidak produktif seperti persediaan yang tidak perlu dan skrap dalam proses produksi.
Sistem persedian just in time adalah suatu sistem yang mengatur agar barang-barang produksi masuk dalam persediaan pada saat dibutuhkan ketimbang menyimpan sebagai cadangan (stok)
Konsep dasar sistem produksi just in time ( JIT ) adalah memproduksi item-item yang dibutuhkan “pada saat yang tepat dan dengan jumalah yang cermat”
Ø  Keuntungan sistem just in time
ü  Manfaat yang paling jelas dari penggunaan JIT adalah pengurangan dalam persediaan WIP. Disamping mereduksi investasi persediaan, maka biaya-biaya fasilitas, peralatan, dan tenaga kerja yang lebih rendah akan dapat di capai
Ø  Kelemahan sistem just in time
ü  tingkatan order ditentukan oleh data permintaan historis. Jika permintaan naik melebihi dari rata-rata perencanaan historis maka inventori akan habis dan akan mempengaruhi tingkat pelayanan konsumen.


DAFTAR PUSTAKA
Nasution, arman hakim dan yudha prasetyawan, perencanaan & pengendalian produksi, (yogyakarta: Graha ilmu, 2008)
Iwan purwanto, Manajemen Strategi, (Bandung: CV.Yrama Widya cet ke-II, 2008)
Hitoshi Takeda. 2006. The Synchronized Production System : Going Beyond Just-in-Time Through Kaizen. London, Kogan Page London and Philadephia
Sumarsan, thomas, sistem penegendalian manajemen konsep, aplikasi, dan pengukuran kinerja, (  Jakarta: PT. Indeks cet ke-2 2011)



[1] Nasution, arman hakim dan yudha prasetyawan, perencanaan & pengendalian produksi, (yogyakarta: Graha ilmu, 2008). Hal. 307
[2] Iwan purwanto, Manajemen Strategi, (Bandung: CV.Yrama Widya cet ke-II, 2008). Hal 163
[3] https://id.wikipedia.org/wiki/Just_In_Time_(JIT)
[4] Hitoshi Takeda. 2006. The Synchronized Production System : Going Beyond Just-in-Time Through Kaizen. London, Kogan Page London and Philadephia
[5] Nasution, arman hakim dan yudha prasetyawan, perencanaan & pengendalian produksi, (yogyakarta: Graha ilmu, 2008). Hal. 309
[6] Sumarsan, thomas, sistem penegendalian manajemen konsep, aplikasi, dan pengukuran kinerja, (  Jakarta: PT. Indeks cet ke-2 2011). Hal 193-196
[7] Nasution, arman hakim dan yudha prasetyawan, perencanaan & pengendalian produksi, (yogyakarta: Graha ilmu, 2008). Hal. 315
[9] Nasution, arman hakim dan yudha prasetyawan, perencanaan & pengendalian produksi, (yogyakarta: Graha ilmu, 2008). Hal. 317

1 komentar:

  1. Iron Spades - ceramic vs titanium curling iron
    In ray ban titanium our Steel Spades, we provide a unique and innovative design that titanium gold creates ford transit connect titanium a dynamic, unique playing surface with a unique playing surface that $4.00 micro touch titanium trim · titanium or ceramic flat iron ‎In stock

    BalasHapus