Jumat, 22 Januari 2016

tradisi perayaan maulid nabi



TRADISI PERAYAAN BULAN MAULID DI MADURA
Rabi’ul awal atau orang Madura menyebut dengan bulan Molod, dimana pada bulan ini terdapat sejarah yang selalu di kenang oleh umat islam khususnya orang Madura dan juga pada bulan ini bertabur sejuta pujian dan rasa syukur yang dilakukan oleh umat beragama islam. Karena pada bulan ini lahirlah seorang makhluk terindah yang pernah diciptakan oleh Allah, ia adalah Muhammad SAW, kita sebagai umat islam patut bersyukur dan memujinya karena seperti yang telah disebutkan dalam sebuah kitab Maulud Madura yang di karang dengan menggunakan bahasa Madura dan berbentuk si-iran (Madura),   yang diajarkan di sekolah-sekolah madrasah pada waktu aku masih kecil dulu, bahwa dengan kelahirannya Nabi Muhammad pohon-pohon berdaun rimbun dan berbuah lebat, tanah yang tadinya kering menjadi subur, binatang-binatang baik yang ada dilangit maupun dibumi kelihatan begitu gembira, angin berhembus sepoi-sepoi, demi menyambut kedatangan lahirnya Makhluk ciptaan Allah yang mulia.
 Menurut riwayat disebutkan bahwa nabi Muhammad SAW lahir pada  hari senin bertepatan pada tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun gajah, dinamakan tahun gajah karena pada waktu itu bala tentara yang dipimpin oleh Abrahah gubernur Yaman menyerang kota Makkah dengan maksud dan tujuan untuk menghancurkan ka’bah dengan mengendarai gajah, namun sebelum sampai di kota makkah Allah mengirim burung ababil dengan membawa batu krikil yang berasal dari tanah terbakar, seperti yang diceritakan dalam al-qura’an surat al-fiil. Dan di lemparkan kepada mereka sehingga rencana tersebut gagal total.
Peringatan maulid nabi saw pertama kali dilakukan oleh baginda rosul sendiri dengan cara berpuasa pada hari senin seperti yang telah disebutkan dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh imam muslim bahwa pada saat nabi ditaya mengapa berpuasa pada hari senin, lalu beliau menjawab “itu adalah hari kelahiranku”. Maka hadis ini menunjukkan bahwa merayakan atau memperingati hari kelahiran nabi diperbolehkan oleh syara’. Perayaan tentang kelahiran nabi ini berlanjut sampai sekarang tetap dilakukan oleh umat beragama islam khususnya orang Madura. Dan peranyaan maulid nabi ini tidak hanya dipusatkan di tempat peribadahan seperti masjid dan musolla, tetapi juga di rumah-rumah warga yang merayakan bahkan disekolah-sekolahpun juga meranyakan kelahirannya tokoh umat muslim dunia.
Ketika sudah memasuki bulan Rabi’ul awal atau bulan molod (Madura) orang-orang Madura mulai memperingati hari kelahirannya sang tokoh umat muslim dunia yakni nabi Muhammad SAW, dengan berbagai macam perayaan yang dilakukan oleh umat muslim. Bagi umat muslim yang memandang dirinya perekonomiannya menengah keatas dan mau melaksanakan perayaan maulid nabi  dia meranyakan dengan mewah, seperti mengundang Kia, Ustad sebagai pemandu pembaca sholawat Mahallul Qiyam dan berceramah mengenai sejarah kehidupan nabi, dan juga mengundang  tetangga terdekat dan sanak familinya, sedangkan bagi yang memandang perekonomiannya menengah kebawah dia merayakan dengan sederhana mungkin. Tepat pada tanggal 12 Rabi’ul awal yang disebut dengan tanggal kelahirannya nabi Muhammad atau hari agung masyarakat berkumpul di tempat peribadahan seperti masjid, musolla atau langgar untuk meranyakan maulid nabi secara bersama. Dan peranyaan maulid nabi ini tidak hanya dilakukan pada tanggal 12 Rabi’ul awal saja, namun ada yang meranyakan selama satu bulan penuh pada bulan itu dengan silih berganti setiap rumah warga yang meranyakannya.
Pada awal pelaksanaan perayaan maulid nabi biasanya yang dibaca ialah surah al-fatilah kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat Marsanji  atau juga disebut sholawat Mahallul Qiyam dan pada saat pembacaan sholawat ini para undangan tanpa terkucuali semua berdiri bak seperti hormat kedatangannya nabi, sampai selesai sehingga para undangan bisa duduk kembali tuk melanjutkan pembacaan do’a.
Seperti yang telah dituturkan diatas, bahwa pada saat kelahiran nabi pohon-pohon berdaun rimbun dan berbuah lebat, sehingga pada saat perayaan maulid nabi yang dirayakan oleh umat muslim khususnya orang-orang Madura sesaji utama yang suguhkan kepada undangan ialah buah-buahan dan juga dilengkapi dengan kue-kue tradisional dan nasi pada akhir acara setelah pembacaan sholawat Marsanji dan doa.
Wa allah al-a’alam bi al-sawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar